share
share

Ekhzaan: Membaca itu Penting!

Rabu, 15 Juni 2011

Membaca itu Penting!

Miris sekali hati saya ketika ada yang menyanggah sebuah pendapat bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang suka membaca. Seseorang itu bilang itu non sense! Ia pun lantas berujar bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang bussinesman! Wow.. Saya yang dibodohi atau dia yang membodohi diri sendiri. Kemudian yang membuat hati saya miris dan membuat saya merasa kasian sekali dengan orang ini adalah ketika ia berujar lagi bahwa banyak membaca hanya akan membuat diri malas untuk bekerja. Aduuuhhh.. Tambah heng lagi ini orang. Kasian sekali. Hidup ini berkembang menjadi sedemikian majunya karena manusia sudah mengenal tulisan. Coba bandingkan saja manusia zaman prasejarah yang belum kenal tulisan (boro-boro bisa baca) bagaimana primitifnya hidup manusia zaman prasejarah, tidak berbeda dengan hewan karnivora lain. Nah sekarang lihat perkembangan kehidupan ini ketika manusia sudah mengenal tulisan yang ditandai dengan mulainya zaman sejarah, yaitu zaman ketika sudah ada tulisan-tulisan yang bisa dibaca. Sejarah perkembangan peradaban manusia terus-menurus dituliskan dalam manuskrip-manuskrip, dalam lontar-lontar, dalam kitab-kitab, terbayang gak kalau bangsa di Mesir dan Yunani sana, yang katanya bangsa yang punya perdaban tinggi tidak meninggalkan satu tulisan pun untuk kemudian dibaca dan dipelajari oleh generasi selanjutnya? Ingatlah pula bahwa wahyu pertama yang datang kepada Rasulullah pada Surat Al 'Alaq ayat 1-5, dimana perintah pertama yang datang bukanlah tentang solat, haji, dan zakat, melainkan Iqra', BACA. Ayat ketiga pun mengatakan iqra' wa rabbukal akram, bacalah dan Tuhanmu Yang Maha Mulia. Ayat kelima pun lebih tegas lagi, 'allamal insaana maa lam ya'lam , Dia (Allah) mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya. Nah, masih mau membantah bahwa membaca itu tidak penting?


Dengan membaca kita bisa tahu apa yag sebelumnya tidak kita ketahui. Dengan membaca kita bisa menembus batas-batas yang di luar jangkauan jarak dan waktu. Misalnya kita membaca sejarah, berarti sama saja kita kembali ke masa-masa itu. Atau membaca tentang geografi negara Amerika, sama saja secara tidak langsung kita sudah berjalan-jalan ke negeri tersebut. Membaca akan membuat daya imajinasi dan daya nalar kita berkembang. Karl May, penulis kebangsaan Jerman yang begitu legendaris dengan karyanya yang sangat terkenal Winnetou, bahkan pejuang kemerdekaan seperti Bung Hatta, Sjahrir, Jendral Sudirman, konon mendapat inspirasi untuk berjuang memerdekakan diri dari penjajahan Belanda setelah membaca serial Winnetou. Padahal perlu diketahui bahwa Karl May, penulis Winnetou, tidak pernah berkunjung ke negeri Amerika tempat dimana cerita Winnetou terjadi, ia hanya membaca dan mendengarkan cerita orang-orang ketika ia mendekam di dalam penjara selama bertahun-tahun. Sampai akhir hayatnya Karl May tidak pernah berkujung ke Amerika. Begitu dahsyatnya pengaruh membaca bagi perkembangan daya imajinasi dan nalar pada otak manusia. Karl May, penulis besar dunia, berawal dari membaca bisa menjadikan ia dikenang.

Dalam dunia bisnis yang seperti dikatakan seorang teman yang sinis tadi pu begitu juga. Perkembangan bisnis sekarang sangat mustahil terjadi apabila tidak ada dokumentasi sejarah sebagai dasar untuk dipelajari. Mustahil orang-orang bergelut di dunia bisnis tidak membaca atau berpatokan pada teori yang berhubungan dengan bisnis dan manajemen organisasi seperti teori George Terry, Hendry Fayol, dan lain-lain?. Apakah bisnis hanya akan berkembang hanya dengan mengandalkan tenaga manusia saja? Tanpa pernah belajar? Tanpa pernah membaca? Aapak orientasi kesuksesan bisnis hanya sebatas kerja keras banting keringat? Bagaimana jadinya kalau perkembangan bisnis industri di Indonesia ini khususnya, kalau tidak pernah belajar dari sejarah revolusi Industri pada awal abad ke-19? Bagaimana mungkin orang-orang mengembangkan mesin uap kalau tidak punya rumusan tertulis untuk menciptakannya? Tanpa kemampuan membaca pada diri manusia, semua perkembangan peradaban itu akan mustahil terjadi. Jangan heran kalau bangsa Eropa lebih maju karena mereka terus belajar, terutama membaca, lihat saja berapa banyak karya-karya tulis bangsa Eropa yang mampu mengubah paradigma dunia? Contoh, buku berjudul Max Havelaar karya Edward Douwes Dekker, Max Havelaar merupakan karya besar pertama di dunia yang bertema penentangan terhadap kolonialisme bangsa Eropa. Dan konon katanya Max Havelaar merupakan sumber inspirasi bagi bangsa-bangsa terjajah untuk melakukan perlawanan terhadap bangsa kolonial penjajah.

Masih kurang contoh tokoh yang sukses karena membaca? Kenal Brucee Lee? Tokoh legendaris dunia film action kung fu? Seorang yang sukses dalam industri perfilman. Coba baca buku Brucee Lee : 40 Spirit Of Success yang ditulis oleh Andri Wongso. Wah kayaknya orang yang bilang membaca hanya akan membuat malas untuk bekerja tadi perlu baca buku ini nih. Saya rekomendasikan baca buku ini. Perlu diketahui bahwa kesuksesan Brucee Lee dalam bisnis perfilman karena didasri pengetahuan yang luas yang didapat Brucee Lee dari membaca. Pada halaman 138 dalam buku ini, menjelaskan bahwa Brucee Lee sangat dekat dengan dunia literatur. Ada 2000 buku koleksi Brucee Lee di ruang kerjanya. Dalam buku ini Andri Wongso mengatakan: Tak heran, apa yang dicapai dalam kehidupannya (Brucee Lee) yang singkat sangatlah padat. Suksesnya merupakan kristalisasi dari begitu banyak intisari pegetahuan yang dipraktikkan melalui berbagai tindakan nyata oleh Brucee Lee. Nah, Brucee Lee saja yang ingin sukses perlu banyak pengetahuan dari membaca buku kok. Eits, saya ingatkan bahwa buku ini merupakan buku motivasi untuk mereka yang mau bergelut di dunia bisnis lho? Coba deh baca buku ini, saya doakan mata hati dan pikiran akan berubah. Dari yang dulunya bilang membaca hanya akan menjadika diri malas bekerja, akan luluh tanpa sisa.

Jadi dapat dikatakan bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang mempunyai budaya membaca yang tinggi. Lihat saja turis yang sering berkunjung ke Indonesia, apa yang dikerjakannya saat antre loket kereta api atau bus? Membaca buku! Bukan BBM-an. hehehe.. Wah kalau saya tuliskan kisah singkat tokoh-tokoh yang sukses karena hobby membaca mungkin akan sangat panjang dan membosankan tulisan ini. Atau jangan-jangan malah membuat anda jadi malas membacanya. hehe.. Saya hanya memotivasi dengan memberikan contoh. Pilihan ada pada anda, mau jadi orang yang pekerja keras tapi tidak membaca (apa bedanya dengan kuli / robot?) atau menjadikan membaca sebagai tuntunan pikiran agar bisa menghasilkan karya sukses dengan terus  mengaktualisasikan diri? Membaca itu penting!

7 komentar:

FIKLIA FITRIANI mengatakan...

Assalamu'alaikum
izin kak,
izin menyampaikan kak..
saya sangat setuju kak dengan pepatah yang sekaligus menjadi kenyataan bahwa"bangsa yang besar adalah bangsa yang hobby membaca"
dalam Islam pun jelas telah jelas memerintahkan kaumnya untuk membaca (surat Al 'Alaq)
kebiasaan membaca akan menumbuhkan pengetahuan, imajinasi dan motivasi yang terserap melalui rangkaian kata dalam suatu bacaan

Irwan mengatakan...

@Fika: Betul de, so budayakan membaca terutama di kampus ini..

Catatan Tidak JUJUR mengatakan...

dengan membaca, kita dapat mengetahui, melihatserta mengerti berbagai sudut pandang dan buah pikiran orang2, menjadikan kita semakin plural, semakin toleran da komprehensif... karena mampu melihat sesuatu dari berbagai susut pandang. kemudian dapat bonus pengetahuan.. asik kn.

FIKLIA FITRIANI mengatakan...

SIAP KAK

Irwan mengatakan...

Betul sekali, pola pikir org yang gemar membaca akan terlihat berbeda dengan org yg tidak gemar membaca. Dan jenis2 buku yg digemari seseorang pun akan mempengaruhi pola pikir seseorang. Misalkan suka baca buku politik, maka cara ia mengungkapkan sesuatu tdk akan jauh2 dr hal2 politik. Pertanyaannya bagaimana dg org yg menggemari membaca semua jenis buku? Wah, pasti pengetahuan n daya nalarnya lebih luas. Ingatlah bahwa manusia itu born to be genius. tiap2 kita yg dilahirkan adalah utk menjadi cerdas. sebenarnya tdk ada manusia yg bodoh, yg ada hanya manusia yg membodohi diri, memperbodoh diri, dan manusia yg dibodohi. tabik

FIKLIA FITRIANI mengatakan...

izin kak.
kita di sini kan hidup asrama, pasti stimulan ataupun pengaruh yang kurang baik selalu ada.
misalnya kita mau membaca pasti ndak enak juga sama yang lain apabila yang lain sedang berbincang.
kita pasti cenderung memilih untuk menyesuaikan

Irwan mengatakan...

@Fika: diks, there is a will there is a way.. dimana ada kemauan pasti ada jln. kk jg bgtu di wisma, sempatkan membaca kpn pun n di mana pun walau cuma terbatas.